Harga BBM Naik Mengubah Pola Konsumsi Penggunaan Data

Smartphone

Harga BBM naik diprediksi akan mempengaruhi – atau bahkan mengubah pola konsumsi data pengguna. Sebagaimana diketahui sebelumnya, pemerintah telah menaikkan harga bahan bakar minyak atau mengurangi subsidi BBM. Apa yang berubah dari perilaku konsumsi data user?

Semuel A. Pangerapan, Ketua Umum Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) mengatakan jika kenaikan harga BBM memang miliki dampak nampun tidak besar bagi industri telekomunikasi. Ia menyebut hal ini terkait pada penurunan daya beli yang mana bisa memberikan pengaruh ke operator.

“Mungkin akan terjadi rasionalisasi di pengguna internet bulan depan setelah mereka menyadari ada kenaikan pengeluaran untuk BBM,” kata dia.

Pasca kenaikan harga BBM masyarakat pastinya akan lakukan strategi penghematan. Ini termasuk anggaran untuk membeli pulsa dan data. Bakal terjadi efisiensi yang menyebabkan penuruan pendapatan data.

“Tiga bulan ke depan akan terjadi efisiensi dalam menggunakan kuota internet. Ini akan menyebabkan penurunan sekitar 2%-5% pendapatan data khususnya yang berasal dari pengguna smartphone,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Alexander Rusli mengatakan kenaikan harga BBM tidak akan mempengaruhi daya beli masyarakat untuk mengonsumsi produk telekomunikasi. Sebab, kata dia, prosentasenya cukup kecil dari pengeluaran seharai-hari.

Direktur Marketing Komunikasi Erajaya Djatmiko Wardoyo berikan pendapat berbeda. Menurutnya, masyarakat akan lakukan penyesuaian terkait kenaikan harga BBM. Ia menyoroti passion pengguna yang ingin ganti gadget baru mungkin sedikit turun.

“Saat ini ponsel sudah merupakan kebutuhan dan gaya hidup. Namun memang untuk sebentar, kenaikan harga BBM ini akan berdampak tidak langsung ke keinginan pembeli mencari gadget baru,” tandasnya.

Leave a Reply