WhatsApp Berbayar Rp 152 Per Pesan Cuma HOAX

WhatsApp

Di WhatsApp beredar kabar jika aplikasi pesan instan populer tersebut pada hari Senin (10/11) ini bakal terapkan layanan berbayar. Jangan percaya dengan informasi itu jika Anda menerima kabar serupa yang menyebar viral. Kabar tersebut hanya HOAX murahan belaka.

Berikut informasi yang menyebar viral yang diterima pada hari ini:

WhatsApp HOAX

Disebutkan jika WhatsApp pada Senin (hari ini) akan kenakan biaya karena telah tuntas proses akuisisi Facebook. Pesan berantai itu berikan perintah guna menyebarkan pesan serupa tak kurang ke 10 orang di kontak WhatsApp.

Satu lagi informasi dari HOAX tersebut, disebutkan jika WhatsApp akan muncul tanda centang biru yang menandakan jika ini adalah fitur premium. Kembali, disebutkan kirim pesan berantai ini ke 10 orang kontak agar bisa mencicipi fitur premium tersebut.

Jika ditelaah satu demi satu informasi di HOAX itu sedianya ada ‘benarnya’ juga namun salah kaprah. Pertama, WhatsApp memang telah diakuisisi FB dengan nilai yang mencengangkan. Tapi, adanya fitur premium selepas akuisisi itu tidak benar.

Kedua, perihal tanda centang biru itu juga benar. Belum lama ini WhatsApp telah melepas fitur itu yang menandakan jika pesan telah dibaca (read) oleh penerima. Namun, jika ini disebut fitur premium juga omong kosong. WhatsApp tetap ‘gratis selamanya’.

Disebutkan jika fitur premium atau berbayar dikenakan biaya 0,01 euro atau sekitar Rp 152 per pesan terkirim. Sekali lagi jangan percaya HOAX murahan tersebut. lebih baik hapus saja atau ingatkan si pengirim agar tidak meneruskan pesan berantai tidak bertanggungjawab tersebut.

Advertisements
WhatsApp Berbayar Rp 152 Per Pesan Cuma HOAX | Komin Putet | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better