Twitter Tegaskan Tidak Pernah Menerima Permintaan Sensor dari Pemerintah Indonesia

Twitter Masuk Neraka

Pada akhir September lalu, di Tanah Air gaduh tagar #ShameOnYouSBY yang disebut ‘diturunkan’ Twitter atas desakan pemerintah. Microblogging itu menegaskan jika selama ini tidak pernah menerima permintaan sensor konten dari pemerintah Indonesia. Seperti apa?

Adam Sharp, Senior Manager Goverment, News, and Social menegaskan jika kabar itu tidak benar. Pada Tempo ia berujar jika tidak ada permintaan penyensoran. Ia kemudian menjelaskan tentang ekosistem trending topic yang membuat hashtag tersebut mendadak lenyap.

Menurutnya sebuah isu akan masuk topik populer di Twitter bukan karena berdasar intensitas kicauan yang terjadi. Ketika masuk ke trending topic, sebuah isu akan didasarkan pada momen lonjakan topik yang bersangkutan.

“Suatu topik yang dibicarakan dengan tiba-tiba akan masuk trending topics,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, tagar #ShameOnYouSBY merajai trending topic Twitter pada tanggal 24 – 28 September lalu pasca Partai Demokrat dianggap sebagai biang kerok lolosnya UU Pilkada DPRD. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu sedang lakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat jadi bulan-bulanan di linimasa.

Entah mengapa, hashtag #ShameOnYouSBY mendadak lenyap. Para pegiat media sosial dan sejumlah analisis kemudian menuding bila ada permainan antara pemerintah dan Twitter. Perusahaan yang bermarkas di San Francisco itu kemudian menjelaskan melalui rilis yang dikirimkan ke sejumlah media. Namun apa yang diutarakan Sharp ini adalah kali pertama penjelasan Twitter langsung ke media Tanah Air.

Advertisements
Twitter Tegaskan Tidak Pernah Menerima Permintaan Sensor dari Pemerintah Indonesia | Pendi Dikan | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better