PSSI Disebut Aneh Karena Mendiskualifikasi PSS Sleman & PSIS Semarang

pss sleman psis semarang sepak bola gajah 3

Sanksi berat Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada dua tim pelaku sepak bola gajah, yakni PSS Sleman dan PSIS Semarang, terus menuai kecaman. Kali ini giliran Ketua Asosasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalimantan Timur, Yunus Nusi, yang bicara. Ia menyebut PSSI aneh karena mendiskualifikasi PSS dan PSIS dari 8 besar Divisi Utama 2014.

”Keputusan Komdis PSSI aneh. Bila memberikan sanksi kepala klub, seharusnya didahului dengan investigasi oleh seluruh elemen PSSI,” sebut Yunus Yusi beberapa waktu lalu mengenai sanksi berat untuk PSS Sleman dan PSIS Semarang yang telah dijatuhkan oleh Komdis PSSI.

”Ingat, kasus ini tidak hanya menyangkut hukum yang menjadi wewenang Komdis PSSI saja. Tetapi ada indikasi-indikasi yang mempengaruhi,” lanjutnya.

Seharusnya, tambah Yunus Yusi, Komdis PSSI tidak serta merta ”membunuh” klub begitu saja tanpa melakukan investigasi lebih mendalam. Apalagi selama ini klub berupaya menghidupi diri sendiri untuk tampil di kompetisi dengan cara mandiri.

”Keputusan tersebut tidak memikirkan faktor-faktor lain. Seperti manajemen yang sudah meluangkan waktu, tenaga, uang sampai miliaran rupiah. Padahal uang itu dicari sendiri, bukan pemberian PSSI atau uang dari pemerintah setempat,” tukas Yunus Yusi.

”Klub itu kan terdiri dari banyak elemen, mulai dari manajemen, pelatih, pemain, ofisial, bahkan suporter. Dengan memberi sanksi klub, sama saja mematikan seluruh elemen itu.”

”Kalau sudah terjadi kejadian seperti ini, siapa yang disalahkan? Jangan selalu memberi kesalahan dan sanksi. Seharusnya ada hubungan yang baik antara manajemen persepakbolaan dalam hal ini PSSI dengan pelaku sepakbola (klub),” pungkasnya.

Advertisements
PSSI Disebut Aneh Karena Mendiskualifikasi PSS Sleman & PSIS Semarang | Olah Raga | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better