Perokok Pasif dari Rokok Elektrik Juga Berisiko Terpapar Racun

rokok elektrik

Rokok elektrik ternyata sama tidak amannya bagi perokok pasif atau second hand smoke. Orang-orang yang berada di sekeliling penghisap rokok elektrik memiliki risiko yang sama seperti saat mereka berada di lingkungan perokok tembakau. Pasalnya, tetap ada zat racun yang keluar dari rokok elektrik yang akhirnya masuk ke tubuh orang lain lewat jalan pernapasan.

Penggunaan rokok elektrik atau vaping sebaiknya tetap dilakukan di ruangan yang memang dikhususkan untuk merokok. Dalam vaping tidak muncul asap sebanyak tembakau. Namun di dalam vaping ikut dimasukkan cairan yang berisi nikotin dan zat-zat racun lainnya. Keluaran dari vaping biasanya adalah uap yang tampak seperti asap.

“Efek terhadap orang lain (second hand smoke) tetap ada mengingat penggunaan rokok elektrik ini menghasilkan emisi partikel halus nikotin dan zat-zat berbahaya lain ke udara di ruang tertutup,” kata dr Tjandra Yoga Aditama SpP (K) , MARS, DTM&H, DTCE, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, seperti dikutip Liputan6.

Racun lain yang terdapat dalam rokok elektrik selain nikotin adalah propilon glycol. Zat ini memiliki sifat dapat membuat iritasi dalam tubuh kalau sampai terhirup. Propilon glycol seringkali diterapkan sebagai bahan campuran pada sampo, pelarut obat, hingga pengawetan makanan.

Apapun jenis rokoknya, baik tembakau atau rokok elektrik, keduanya sama-sama memiliki racun di dalamnya. Pikirkan kembali sebelum Anda memutuskan untuk menjadi pecandu rokok.

Advertisements
Perokok Pasif dari Rokok Elektrik Juga Berisiko Terpapar Racun | Mas Bud | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better