Me-Like Status FB Sendiri Bukan Perilaku Narsis, Kata Pengamat

Like FB

Pernahkan Anda menjumpai status FB yang di-Like oleh penulisnya? Ada anggapan jika ini adalah aksi narsis. Sebuah hal yang aneh jika menjempol status diri sendiri. Namun, menurut satu menejer media sosial tindakan itu sedianya ada tujuannya.

Selama bertahun-tahun Facebook terus lakukan perubahan di situs mereka salah satunya yakni hadirkan Ticker. Aktivitas apa saja – termasuk Like – yang terjadi di News Feed akan ditampilkan di sini dan bisa dilihat oleh siapa saja.

Ketika user memposting sesuatu di Beranda, sekitar 10% – 20% teman akan melihatnya di News Feed. Biasanya mereka adalah teman dekat, sering berinteraksi dengan user atau mereka yang berlangganan News Feed Anda.

Nah, pemberian Like juga mempengaruhi posisi post di News Feed. Sebab, dengan menklik jempol maka status akan lebih diekspos ke teman-teman dan menggiringnya ke streaming di Ticker. User lain akan menjumpai jika status seseorang telah disukai meski penjempol adalah penulisnya sendiri.

Sehingga akan muncul semacam peluang untuk menanggapi atau komentar. Imbasnya, interaksi pun muncul. Bonnie Manis, satu manajer media sosial di Grace Net Radio mengatakan jika tidak pada waktu yang sensitif, ia lakukan itu namun menunggu terlebih dahulu.

“Kecuali saatnya sensitif, aku akan menunggu sebentar, setidaknya beberapa jam, bahkan kadang-kadang sehari atau dua hari berikutnya,” kata dia.

Hal agak berbeda diutarakan Ruth Swissa Kline, Direktur Bridges to Change. Ia mengatakan jika Like status sendiri bisa dilihat sebagai aksi narsisme.

“Namun, hanya mengklik Like pada status Anda bukan merupakan indikasi bahwa yang bersangkutan seorang yang narsis,” jelasnya.

Advertisements
Me-Like Status FB Sendiri Bukan Perilaku Narsis, Kata Pengamat | Pendi Dikan | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better