Lezatnya Buras, Lontong Khas Bugis yang Gurih dan Nikmat

buras

Sudah pernah merasakan gurih dan lezatnya buras? Penganan ini juga kerap disebut burasa oleh masyarakat Bugis atau Makasar. Selain dikonsumsi begitu saja, buras juga sering dijadikan teman makan coto makasar atau makanan khas dari Sulawesi Selatan lainnya.

Bisa dikatakan buras adalah lontong khas Bugis, sebab ia memang dibuat dari bahan dasar beras. Yang membedakan buras dengan lontong adalah campuran santan kelapa yang ditambahkan dalam pembuatan buras.

Buras juga dibungkus dengan daun pisang, namun bentuknya persegi panjang, bukan bulat panjang seperti lontong. Ini pun menjadikan makanan tersebut khas sekali, dengan ukurannya yang pas untuk disantap dan dipegang.

Jika Hari Raya Idul Fitri atau Idul Qurban tiba, bisa dipastikan tiap rumah menyediakan buras di meja makan mereka untuk menyambut tetamu, atau disantap sendiri oleh keluarga.

Cara membuat buras juga tak beda jauh dengan lontong. Hanya saja, siapkan santan dengan bumbu seperti garam dan daun salam. Rebus hingga mendidih, matikan api lalu masukkan beras yang sudah dicuci bersih.

Biarkan beras hingga meresap santannya, kemudian bungkus dengan daun pisang muda seperti membuat nagasari. Ikat dua buah buras dengan tali rafia, lalu kukus buras hingga 1 jam lamanya. Nah, buras atau burasa khas Bugis sudah matang dan siap dinikmati bersama tamu dan keluarga.

Makan buras bersama dengan hidangan seperi kare ayam, coto makasar, dan lainnya yang disukai keluarga. Selamat mencoba.

Advertisements
Lezatnya Buras, Lontong Khas Bugis yang Gurih dan Nikmat | Mas Bud | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better