Kontroversi Pemblokiran Situs Islam, Onno W Purbo: Apa Dasarnya?

Onno W Purbo

Menyoal kontroversi pemblokiran situs Islam radikal, Onno W Purbo akhirnya angkat bicara. Ia mengingatkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan BNPT (Badan Penanggulangan Terorisme) jangan sampai salah melakukan pemblokiran. Sebab, ini soal hak asasi manusia (HAM).

Akses informasi merupakan HAM yang dilindungi oleh Deklarasi Human Right. Onno menyebut artikel 19 dari Deklarasi Hak Asasi Manusia itu.

“Everyone has the right to freedom of opinion and expression; this right includes freedom to hold opinions without interference and to seek, receive and impart information and ideas through any media and regardless of frontie,” bunyi artikel tersebut.

Menurut Onno, Kemenkominfo bisa melanggarnya apabila memblokir dengan cara sembarangan serta sembrono. Terlebih, belakangan ini sejumlah situs dakwah juga turut diblokir. Demikian tegasnya dalam satu posting di laman Facebook miliknya.

Kemenkominfo diminta berhati-hati dalam melakukan pemblokiran agar tidak dianggap melanggar HAM. Ia juga mempertanyakan definisi dalam menentukan hal yang baik, haram, halal, pornografi, serta terorisme yang menjadi landasan aksi blokir selama ini.

“Proses blokir situs sebetulnya merupakan proses penyadapan. Padahal di aturan yang ada, penyadapan harus berdasarkan perintah pengadilan. Blokir situs, dasarnya apa?” ungkapnya.

Kemenkominfo mulanya memblokir 19 situs Islam radikal sebagaimana permintaan BNPT. Tidak memberikan penjelasan lebih jauh mengenai definisi situs yang tercatut kategori Islam radikal, kabarnya, jumlah situs terblokir kini sudah mencapai 22 website.

Advertisements
Kontroversi Pemblokiran Situs Islam, Onno W Purbo: Apa Dasarnya? | Komin Putet | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better