Kenali Aneurisma Otak, Kadang Tidak Ada Gejala Namun Mematikan

gejala stroke

Beberapa waktu lalu penyiar dari media ABC News, Lisa Colagrossi, mengalami kematian aibat aneurisma otak. Wartawati 49 tahun tersebut tidak terselamatkan saat Lisa dibawa ke rumah sakit. Sebenarnya apakah aneurisma otak itu sehingga bisa menimbulkan kematian secara mendadak seperti halnya serangan jantung atau stroke?

Dikutip dari laman She Knows, aneurisma diartikan dengan penggelembungan atau penonjolan pada dinding pembuluh darah. Saat aneurisma terjadi di pembuluh darah otak, seringkali kejadiannya tidak menimbulkan gejala.

Hanya saja jika ukuran aneurisma sudah agak membesar dan menimbulkan tekanan pada satu atau beberapa saraf di area otak, gejala mungkin baru dirasakan. Beberapa tandanya adalah sakit kepala di area tertentu, penglihatan kabur atau ganda, sakit di sekitar atau atas mata, pupil tampak melebar, mati rasa, lemah, hingga sulit berbicara.

Kalau sebuah aneurisme sampai pecah, juga akan muncul gejala tersebut namun kondisi keselamatan jauh lebih berisiko. Pasien dapat langsung hilang kesadaran, mual, muntah, leher kaku, kelopak mata terbuka, hingga mengalami masalah mental.

“Tanda pertama adalah sakit kepala paling buruk sepanjang hidup,” kata Charles Park, MD, ahli saraf bersertifikasi dari Pusat Medis Mercy di Baltimore, Maryland.

Jika menemukan ada orang yang diduga mengalami aneurisma otak, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, hindari pasien merasa panic atas kondisi yang dialaminya. Keadaan tetapharus tenang agar tidak terjadi kenaikan tekanan darah mendadak. Selanjutnya, segera telepon ambulans atau membawanya ke rumah sakit secepatnya.

“Coba tenangkan pasien, dengan ruangan yang tenang. Jauhkan dari lampu menyilaukan dan tidak boleh ada merokok di sekitar pasien, tutur Park.

Aneurisma otakmemiliki berbaga faktor pemicu. Di antaranya adalah merokok, hipertensi, genetik, pernah mengalami trauma kepala, hingga penggunaan obat psikotropika. Angka kejadian lebih banyak dialami wanita berusia di atas 40 tahun. Seringkali aneurisma terjadi pada orang-orang yang secara fisik sehat. Sehingga, jika memiliki beberapa faktor risiko mengalami aneurisma otak, ada baiknya memeriksakan diri secara rutin.

Advertisements
Kenali Aneurisma Otak, Kadang Tidak Ada Gejala Namun Mematikan | Mas Bud | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better