Jangan Selfie di Puncak Mahameru, Ini Alasannya

Puncak Mahameru

Foto Selfie di Puncak Mahameru sedianya adalah sebuah aksi ilegal. Demikian menurut penjelasan petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Jadi, jangan selfie di puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

Gunung Semeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter di atas permukaan laut. Gunung Semeru meletus terakhir pada tahun 2012. Sedianya larangan mendaki ke Puncak Mahameru sudah diberlakukan.

“Jadi memang sudah beberapa lama ini dilarang mendaki ke Mahameru. Cuma ya ada saja pendaki yang bandel,” kata satu petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Namun, pendaki berkelit dan tidak mengindahkan aturan tersebut. Petugas tersebut melanjutkan, pendaki beralasan karena sudah nanggung. Telah sampai di Semeru kapan lagi bisa naik ke puncak (Mahameru).

Larangan itu berkali-kali diingatkan jika pendaki hanya bisa mendaki hingga Kalimati saja. Sedangkan alasan lain pendaki ingin ke Puncak Mahameru agar bisa foto Selfie sebagai kenang-kenangan. Lantas, apa alasan pihak pengelola melarang pendaki hingga puncak?

Masih menurut petugas tersebut, di puncak rawan longsor, gas beracun, hingga badai. Petugas pun serba salah sebab peringatan mereka tidak ditanggapi. Sebab, jika terjadi apa-apa maka petugas sendiri yang repot.

Menurut laman Wikipedia, Puncak Mahameru di kawah Jonggring Saloko di sisi sebelah selatan memang ada gas beracun dan aliran lahar. Gas beracun ini dikenal dengan sebutan ‘Wedhus Gembel’.

Advertisements
Jangan Selfie di Puncak Mahameru, Ini Alasannya | Pendi Dikan | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better