ISIS Ancam Bunuh CEO Twitter

Dick Costolo

Beberapa waktu yang lalu, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS pernah mengancam akan membunuh karyawan Twitter yang bermarkas di San Francisco, AS. Kali ini ancaman serupa muncul dan tidak tanggung-tanggung yang disasar adalah sang CEO yakni Dick Costolo.

Diketahui sebelumnya jika ISIS memanfaatkan Twitter guna menyebarkan perkembangan aktivitas, menyebar propaganda, dan hal terkait lainnya. Mati satu tumbuh seribu, akun ISIS yang dibredel Twitter terus bermunculan dan terafiliasi ke sejumlah akun lain yang tidak terang-terangan ‘berwajah’ ISIS.

Twitter yang mengetahui hal ini tentu saja harus menentukan sikap. Microblogging itu terus berupaya menangguhkan arus akun yang terus lahir dan beberapa akun yang terafiliasi. Akibat tindakan itu, ancaman pembunuhan pada karyawan dan manajemen Twitter pun muncul.

Berujar pada President Aspen Institute Walter Isaacson dalam Vanity Fair New Establishment Summit, Dick Costolo mencoba menjelaskan bagaimana aktivitas ISIS yang menggunakan media sosial dalam penyampaian pesan mereka.

Satu contoh kongkret adalah kasus pemenggalan jurnalis Amerika James Foley. ISIS memanfaatkan Twitter sebagai penghantar pesan (video) tersebut yang kemudian dipakai untuk media pengumuman pemenggalan sadis itu.

Costolo mengamini jika siapa saja bisa miliki saluran informasi publik global termasuk menggunakan Twitter. Namun, tidak sedikit orang yang menggunakan itu untuk tujuan jahat. Ini tentu saja bertentangan dengan regulasi yang berlaku di Twitter yang pada akhirnya berujung pada penutupan akun.

Advertisements
ISIS Ancam Bunuh CEO Twitter | Komin Putet | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better