Ini Isi Petisi untuk Arema Cronus Indonesia

Arema Malang

Arema Cronus Indonesia dinyatakan tidak lolos verifikasi Indonesia Super League (ISL) 2015 oleh Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) karena tersandung masalah legalitas dan dualisme klub. Petisi untuk tim Singo Edan yang mengangkat judul “Kembalikan Arema Kepada Arek Malang: Luruskan Sejarah dan Legalitas Singo Edan” pun meramaikan dunia maya melalui situs www.change.org. Lantas, apa isi petisi online untuk Arema tersebut.

Petisi itu digagas oleh Ganis Rumpoko, seorang anggota Aremania (suporter wanita Arema) yang juga anak perempuan Walikota Batu Malang, Eddy Rumpoko. Melalui petisi tersebut, Ganis Rumpoko meminta kepada semua pihak untuk lebih bijak dalam menyikapi putusan BOPI dan mendorong manajemen Arema Cronus Indonesia untuk transparan terkait legalitas alias kepemilikan tim Singo Edan.

Berikut ini isi petisi “Kembalikan Arema Kepada Arek Malang: Luruskan Sejarah dan Legalitas Singo Edan” yang diunggah di www.change.org pada Kamis tanggal 2 April 2015 oleh Ganis Rumpoko:

Menteri Pemuda dan Olahraga membentuk Badan Olaraga Profesional Indonesia (BOPI) yang bertugas untuk mengawasi dan membina olahraga profesional di Indonesia. Meskipun Badan itu baru, di banyak negara maju pasti mempunyai badan seperti ini, dan setiap perubahan pasti akan ada dampaknya.

Menjelang berlangsungnya Liga Super Indonesia, BOPI tidak meloloskan dua tim besar karena masalah verifikasi dan legalitas. Salah satunya, Arema. Beberapa kali masalah legalitas ini memang kerap kali mengganjal tim berjuluk Singo Edan ini. Sebagai pendukung Arema, saya merasa resah dengan keadaan ini, dan pasti banyak Aremania merasakan hal yang sama dengan apa yang saya rasakan.

Saya paham dengan sejarah kepemilikan Arema, sebab Opa saya, Sugiono (Alm), turut membantu (Alm) Akub Zainal dalam pendiriannya, saya mengamati banyak kejanggalan dari proses perpindahan kepengurusan dan kepemilikan Arema. Tepatnya setelah Akub Zainal, kemudian mewariskannya kepada Om Lucky. Dari tangan Om Lucky kemudian dimiliki oleh PT. Bentoel. Setelah PT Bentoel dibeli oleh British American Tobacco (BAT), Arema dikembalikan lagi ke masyarakat.

Kemudian lahir Yayasan Arema dan dibentuklah PT. Arema Indonesia dengan beberapa orang sebagai pemilik saham sekaligus pengelolanya. Nama Arema Malang diubah menjadi Arema Indonesia.

Ternyata dalam perjalanannya, masing-masing pemilik memiliki kepentingan politik yang pada akhirnya membawa klub ini pada perpecahan (Arema ISL dan IPL). Entah bagaimana, tiba-tiba dua klub ini kembali menjadi satu dengan berubah nama menjadi Arema Cronus dibawah pengelolaan PT. Pelita Jaya Cronus. Pengelola terakhir inilah yang tidak lolos verifikasi dan legalitas kepemilikan klub.

Arema bukan hanya pionir sebagai klub sepakbola swasta (profesional) di Indonesia yang paling sukses dan punya base suporter paling banyak, namun juga simbol identitas kultural milik warga Malang dan sekitarnya. Dari generasi ke generasi, banyak “Arek Malang” yang tumbuh dengan kebanggan sebagai “Aremania”. Sayang sekali jika kita sebagai warga Malang menutup mata atas berbagai kejanggalan dan bentuk-bentuk politisasi klub kesayangan kita selama ini. Cukup sudah dan kita sebagai Aremania harus bersikap.

Sebagai bentuk kepedulian dan wujud rasa cinta kepada Arema, untuk itu saya membuat petisi ini dengan tuntutan sebagai berikut:

  • Menuntut transparansi PT. Pelita Jaya Cronus dalam hal legalitas kepemilikan dan komitmennya dalam mengelola Arema sebagai bentuk tanggungjawab moral kepada warga Malang. Setiap transaksi dan pengesahan oleh DEPKUMHAM memiliki nomor, PT. Pelita Jaya Cronus harus membuktikan legalitas kepemilikan/pengelolaan Arema tersebut. Jika memang secara hukum tidak sah, maka kembalikan Arema kepada warga Malang.
  • Mengajak semua Aremania untuk menolak dan tidak lagi mau dibodohi oknum-oknum yang menggunakan Arema, klub sepakbola kebanggan kita, hanya sebagai kendaraan politik belaka, termasuk dalam kisruh tidak lolosnya verifikasi dan legalitas Arema di Liga Super Indonesia mendatang. Kita harus membuka mata, bahwa dengan jumlah supporter yang massif, banyak kepentingan politik ingin menguasai Arema, termasuk di Pilpres 2014 lalu meskipun gagal dan kemudian sekarang menelantarkan Arema.
  • Mengajak kepada Aremania untuk melihat situasi ini secara jernih, jangan terhasut hanya sekedar menyalahkan BOPI yang tidak meloloskan Arema dalam Liga Super Indonesia, melainkan mempertanyakan komitmen dan keabsahan hak kepemilikan/pengelolaan Arema oleh PT. Pelita Jaya Cronus.

Demikian petisi ini saya buat untuk Arema dan sepakbola Indonesia yang lebih baik.

Salam Satu Jiwa!

Ganis Rumpoko

Advertisements
Ini Isi Petisi untuk Arema Cronus Indonesia | Olah Raga | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better