Ini Alasan Tidak Boleh Foto Sambil Berdiri di Makam RA Kartini

makam kartini

Makam Raden Ajeng (RA) Kartini adalah salah satu lokasi yang kerap dikunjungi para peziarah. Letaknya di Desa Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Tokoh emansipasi di Indonesia ini sering dikenang setiap 21 April dengan adanya Hari Kartini. Komponis WR Supratman bahkan mengabadikannya lewat sebuah lagu yang populer. Tahukah Anda? Jika berkunjung ke makam RA Kartini, tidak diperbolehkan berfoto dengan berdiri.

Namun bukan karena alasan klenik yang mengemuka terkait hal itu. Dilarangnya berfoto sambil berdiri di makam RA lebih karena alasan kesopanan. Berdiri dinilai kurang sopan saat berada di dekat makam tersebut. Ini sebagai bentuk penghormatan bagi pahlawan yang surat-suratnya dibukukan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang itu. Posisi paling memungkinkan adalah dengan berlutut.

Mengunjungi makam RA KArtini boleh dilakukan kapan saja. Tidak ada batasan untuk kunjungan di waktu-waktu tertentu. Namun biasanya cukup ramai kala 21 April tiba setiap tahunnya. Pengunjung ada yang melakukan tahlilan atau pengajian. Jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan di waktu ini. Biasanya para pengunjung berwudhu lebih dahulu sebelum membaca tahlil atau yasinan.

Dikutip dari Detik Travel, di dekat makam RA Kartini juga ada makan keluarga beliau seperti Kanjeng Raden Mas Adipati Arjo Singgih Djojoadiningrat. Dia adalah bupati rembang pertama kali. Hanya saja yang paling populer untuk diziarahi adalah makam RA Kartini.

Pihak juru kunci tidak menerapkan tarif tertentu bagi pengunjung. Namun biaya ditarik seikhlasnya yang dapat diletakkan pada kotak amal. Bagi orang yang butuh bunga tabur, ada sebagian warga yang menjual di sekitar makam. Harganya murah hanya sekitar Rp 2.500 untuk setiap bungkus.

Advertisements
Ini Alasan Tidak Boleh Foto Sambil Berdiri di Makam RA Kartini | Mas Bud | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better