Ini Alasan FB Pisahkan Layanan Messenger

Facebook Messenger

FB dan Messenger telah resmi ‘bercerai’ beberapa waktu lalu. User tak bisa lagi akses inbox atau chat dari aplikasi Facebook di perangkat bergerak. Pertanyaannya selanjutnya, apa sedianya alasan FB pisahkan Messenger dari Facebook?

Istilah ‘memisahkan’ sesungguhnya tidak cukup. Sebab, Facebook bahkan seakan memaksa pengguna untuk instal Messenger di perangkat mereka. Tak instal maka tak bisa nikmati chat atau inbox. Keduanya sejatinya masih bisa diakses walau lewat web (dekstop).

Dalam satu sesi tanya jawab belum lama ini, di gelaran Q&A With Mark, bos Facebook mengungkap alasan mengapa aksi pemisahan itu terjadi. Facebook merasa yakin jika ‘perceraian’ dilakukan maka user experience akan lebih kaya dan berbeda.

Zuckerberg menggarisbawahi jika tujuan FB dan Messenger sejak semula memang berbeda. Facebook fokus ke News Feed sementara Messenger adalah kegiatan lain di luar FB.

Kegiatan lain yang dimaksud tentu saja obrolan daring. Patut diketahui jika Messenger telah mengirim lebih dari 10 miliar pesan setiap hari. Untuk akses itu, user harus membuka tab baru dan menunggu aplikasi terbuka sempurna.

Jika menggunakan aplikasi terpisah maka terjadi efisiensi. Pengguna bisa akses lebih cepat dan pesan bisa dibaca atau merespon pesan dengan cepat pula. Jika keduanya masih jadi satu, efisiensi ini mungkin tidak bakal ketemu.

“Anda mungkin bisa mengirim pesan ke seseorang 15 kali sehari, kalau harus melewati berbagai langkah hanya utnuk berkirim teks, tentunya akan merepotkan,” kata Zuckerberg.

Advertisements
Ini Alasan FB Pisahkan Layanan Messenger | Komin Putet | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better