Fungsi Manajemen dan Teori Manajemen

SilangHati.com – Teori Manajemen dan Fungsi Manajemen – Manajemen berasal dari kata menagement yang diambil dari bahasa kuno Perancis. Manajemen memiliki pengertian suatu proses dalam merencanakan, mengorganisasikan, mengkoordinir, serta mengontrol sumber daya yang ada seefisien dan seefektif mungkin demi visi yang ingin diraih. Efisien artinya pekerjaan (task/job) yang sudah dikerjakan terstruktur baik dan benar serta sesuai schedule (jadwal). Sedang Efektif artinya visi bisa terlaksana dengan misi-misi yang sudah direncanakan sebelumnya di tahap perencanaan.

Berbicara tentang management function (fungsi manajemen), tidak terlepas dari pengertian tentang manajemen itu sendiri. Namun begitu, ada banyak teori tentang manajemen di luar sana. Maka dari itu, perlu kiranya kita melihat teori dalam manajemen dari berbagai sisi.

Teori teori manajemen

Manajemen merupakan sebuah kejadian yang umumnya berdiri dari berbagai macam proses yang digambarkan dengan bentuk line (garis) yang masing-masing bermuara pada tahap perencanaan, tahap pengorganisasian, tahap kepemimpinan, serta tahap pengendalian. Uniknya, ke empat unsur di atas juga memiliki fungsi manajemen tersendiri. Hal ini semata-mata agar visi atau tujuan suatu perusahaan atau organisasi bisa tercapai.

Fungsi Manajemen untuk Teori Managemen

Manajemen Ilmiah

Manajemen ilmiah bukan dari fungsi manajemen akan tetapi kemudian dikembangkan lebih jauh oleh pasangan suami-istri Frank dan Lillian Gilbreth. Keluarga Gilbreth berhasil menciptakan micromotion yang dapat mencatat setiap gerakan yang dilakukan oleh pekerja dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk melakukan setiap gerakan tersebut. Gerakan yang sia-sia yang luput dari pengamatan mata telanjang dapat diidentifikasi dengan alat ini, untuk kemudian dihilangkan. Keluarga Gilbreth juga menyusun skema klasifikasi untuk memberi nama tujuh belas gerakan tangan dasar (seperti mencari, menggenggam, memegang) yang mereka sebut Therbligs (dari nama keluarga mereka, Gilbreth, yang dieja terbalik dengan huruf th tetap). Skema tersebut memungkinkan keluarga Gilbreth menganalisis cara yang lebih tepat dari unsur-unsur setiap gerakan tangan pekerja.

Pendekatan kuantitatif
Pendekatan kuantitatif adalah penggunaan sejumlah teknik kuantitatif-seperti statistik, model optimasi, model informasi, atau simulasi komputer, dan bukan merupakan fungsi manajemen lebih jauh untuk membantu manajemen mengambil keputusan. Sebagai contoh, pemrograman linear digunakan para manajer untuk membantu mengambil kebijakan pengalokasian sumber daya; analisis jalur kritis (Critical Path Analysis) dapat digunakan untuk membuat penjadwalan kerja yang lebih efesien; model kuantitas pesanan ekonomi (economic order quantity model) membantu manajer menentukan tingkat persediaan optimum; dan lain-lain.

Klasifikasi dalam Teori Manajemen
Ada 6 macam teori dalam fungsi manajamen diantaranya yaitu:

  • Aliran klasik: Aliran ini mendefinisikan manajemen sesuai dengan fungsi-fungsi manajemennya. Perhatian dan kemampuan manajemen dibutuhkan pada penerapan fungsi-fungsi tersebut.
  • Aliran perilaku: Aliran ini sering disebut juga aliran manajemen hubungan manusia. Aliran ini memusatkan kajiannya pada aspek manusia dan perlunya manajemen memahami manusia.
  • Aliran manajemen Ilmiah: aliran ini menggunakan matematika dan ilmu statistika untuk mengembangkan teorinya. Menurut aliran ini, pendekatan kuantitatif merupakan sarana utama dan sangat berguna untuk menjelaskan masalah manajemen.
  • Aliran analisis sistem: Aliran ini memfokuskan pemikiran pada masalah yang berhubungan dengan bidang lain untuk mengembangkan teorinya.
  • Aliran manajemen berdasarkan hasil: Aliran manajemen berdasarkan hasil diperkenalkan pertama kali oleh Peter Drucker pada awal 1950-an. Aliran ini memfokuskan pada pemikiran hasil-hasil yang dicapai bukannya pada interaksi kegiatan karyawan.
  • Aliran manajemen mutu: Aliran manajemen mutu memfokuskan pemikiran pada usaha-usaha untuk mencapai kepuasan pelanggan atau konsumen

Prinsip Manajemen Dalam Fungsi Manajemen

Setelah tadi kita membahas lengkap tentang teori manajemen, sebelum kita ke inti dari fungsi manajemen. Kita harus terlebih dahulu tahu prinsip dari manajemen itu seperti apa. Prinsip-prinsip dalam manajemen bersifat lentur dalam arti bahwa perlu dipertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-situasi yang berubah. Menurut Henry Fayol, seorang pencetus teori dan fungsi manajemen yang berasal dari Perancis, prinsip-prinsip umum manajemen ini yaitu :

  1. Pembagian kerja (Division of work)
  2. Wewenang dan tanggung jawab (Authority and responsibility)
  3. Disiplin (Discipline)
  4. Kesatuan perintah (Unity of command)
  5. Kesatuan pengarahan (Unity of direction)
  6. Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri
  7. Penggajian pegawai
  8. Pemusatan (Centralization)
  9. Hirarki (tingkatan)
  10. Ketertiban (Order)
  11. Keadilan dan kejujuran
  12. Stabilitas kondisi karyawan
  13. Prakarsa (Inisiative)
  14. Semangat kesatuan, semangat korps

Fungsi Manajemen Secara Lengkap

Dalam Manajemen terdapat fungsi manajemen yang terkait erat di dalamnya. Pada umumnya ada empat fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing) dan fungsi pengendalian (controlling). Untuk fungsi pengorganisasian terdapat pula fungsi staffing (pembentukan staf).

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Di bawah ini akan dijelaskan arti definisi atau pengertian masing-masing fungsi manajemen – POLC :

1. Fungsi Manajemen Perencanaan / Planning

Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.

2. Fungsi Manajemen Pengorganisasian / Organizing

Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.

3. Fungsi Manajemen Pengarahan / Directing / Leading

Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.

4. Fungsi Manajemen Pengendalian / Controling

Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.

Demikianlah artikel lengkap tentang fungsi manajemen dan teori manajemen yang sudah info-asik berikan kepada anda, semoga bisa menjadi manfaat besar buat pengetahuan tentang manajemen dan mungkin juga bisa dijadikan referensi atau sampel untuk tugas dari sekolah ataupun kampus. Artikel ini disarikan dari wikipedia

Advertisements
Fungsi Manajemen dan Teori Manajemen | Pendi Dikan | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better