FB Dipakai untuk Kritik Guru, 3 Siswa Dikeluarkan dari Sekolah

Facebook

FB dipakai untuk kritik guru, tiga siswa SMA dikeluarkan dari sekolah. Peristiwa itu menimpa siswa kelas XI SMAN 1 Bungaraya, Siak, Kepri (Kepulauan Riau) belum lama ini. Seperti apa?

Pertanyaannya kemudian, apa yang ditulis oleh siswa tersebut di Facebook? Menurut laporan dari Riauterkini.com, mereka dikeluarkan setelah menulis dan mengomentari status berikut:

“Murid terlambat dihukum, guru terlambat tidak dihukum.”

Ketiga murid tersebut yakni Reksa Dirgantara Putra, Kemudian Wiwit Dwi Santoro, dan Towil Maamun. Saat ini mereka sudah pindah sekolah dan belajar sebagaimana mestinya. Sudwiharto, orangtua Reksa menyayangkan kebijakan sekolah perihal pengeluaran anaknya.

“Gagal membina anak pelajar di Siak, banyak status lain dan status yang dilontar anak didik itu hanyalah sebuah kritikan,” sesalnya.

Semestinya, tambah dia, ada pembinaan melalui badan konseling siswa (BK). Jika badan konseling siswa bisa membina dan kemudian memberitahukan ke orangtua siswa, ia berharap kejadian ini tidak akan terulang lagi.

“Badan sonseling siswa kan ada, jadi kenakalan yang terjadi kecuali narkoba dapat dilakukan, dan tindakan yang diambil dapat diberitahukan ke orang tua siswa agar dapat mendidiknya secara bersama,” tambah Sudwiharto.

Orangtua Reksa itu akan lakukan langkah lanjut dengan menjumpai pihak instansi terkait seperti Bupati Siak, Dinas Pendidikan Siak guna ungkapkan kekecewaannya. Sebab, sekolah gunakan APBD Siak untuk kinerja badan konseling. Ia ingin sejauh mana kinerja pihak konseling itu.

Advertisements
FB Dipakai untuk Kritik Guru, 3 Siswa Dikeluarkan dari Sekolah | Pendi Dikan | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better