Fakta & Mitos Seputar Malam 1 Suro 2014

Fakta & Mitos Seputar Malam 1 Suro 2014

Malam 1 Suro 2014 jatuh pada tanggal 24 Oktober atau Jumat malam ini. Banyak yang meyakini malam 1 Suro adalah malam keramat karena memiliki berbagai mitos yang terkesan angker. Ada beberapa pantangan yang tidak boleh dikerjakan pada malam tersebut atau juga sepanjang bulan Suro. Terbuktikah pantangan-pantangan tersebut?

Penanggalan Jawa memang cukup unik karena merupakan perpaduan budaya Hindu-Budha dan Islam. Nama-nama bulan dalam kalender Jawa beberapa di antaranya mengadopsi nama-nama bulan dalam penanggalan Hiriyah. Namun patokan tahun pertama Jawa tidak mengikuti tahun pertama Hijriyah, melainkan memakai tahun Saka. Per Oktober ini, kalender Jawa memasuki tahun 1948.

Ada banyak mitos ketika tiba bulan Suro, bulan pertama kalender Jawa. Misalnya, pantangan tidak boleh menikah di bulan ini karena kemungkinan cerainya lebih besar. Secara umum bulan Suro dinilai sebagai bulan sial sehingga sepanjang bulan ini berbagai macam pesta juga tidak diperkenankan.

Khusus malam 1 Suro, ada ritual khusus penjamasan, yaitu mencuci senjata pusaka di malam pergantian tahun. Ritual ini dikerjakan disertai berbagai kegiatan lain, misalnya puasa, mengadakan sesaji, tumpengan,d an lain sebagainya. Konon, dengan penjamasan, senjata pusaka yang dimiliki akan lebih sakti mandraguna.

Berbagai rakyat di pelosok yang masih percaya mistisnya malam 1 Suro juga mengikuti ritual unik lain. Misalnya di berbagai keraton, ada acara mubeng beteng atau mengitari benteng yang melingkupi keraton, biasanya tanpa berbicara. Selain itu ada juga yang melakukan pencucian diri, dengan mandi (kungkum) di tempat-tempat tertentu yang biasanya lekat dengan nuansa mistis.

Peringatan malam 1 suro yang bercampur mistis ini kerap menimbulkan kontroversi. Misalnya, pertanyaan tentang  faedah ritual-ritual tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Juga, apakah kegiatan ini tergolong syirik bagi umat Islam, ataukah sekadar mengikuti budaya yang sudah turun-temurun.

Satu yang pasti bagi seorang muslim, tidak ada satu hari pun dalam setahun yang bermakna hari sial. Allah juga sudah berfirman dalam hadits qudsi, bahwa manusia tidak diperkenankan mengutuki waktu, atau dalam hal ini melabelkan kesialan pada hari-hari tertentu. Firman-Nya, “La tassubu ahadukum ad-Dahr, fa in-Allaha huwa ad-Dahr” – Janganlah kalian mencela Ad-Dahr (waktu) karena sesungguhnya Allah itu Ad-Dahr.”

Foto: detik

Advertisements
Fakta & Mitos Seputar Malam 1 Suro 2014 | Silang Hati | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better