Beras Putih dan Wangi Belum Tentu Sehat. Ini Penyebabnya

beras

Beras yang terlihat sangat putih belum tentu memiliki kualitas terbaik. Ada sebagian produsen nakal yang mencampur beras dengan pemutih sehingga warnanya jauh lebih terang dan menarik. Dalam jangka panjang, mengonsumsi beras ini bisa berakibat munculnya penyakit seperti kanker. Sifat pemutih ini mirip dengan pewarna tekstil yang memicu kanker (karsinogenik).

“Umumnya kalau makanan pakai zat tambahan itu (pemutih) ujungnya berupa keganasan, misalnya penyakit kanker,” ujar dr Agustin Kusumayati MsC, PhD, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, seperti dikutip Okezone.

Sementara itu, beras yang cukup harum aromanya kadang juga ditambahkan dengan pewangi. Zat ini juga sama bahayanya seperti pemutih. Jika beras telah ditambahkan pemutih dan pewangi sekaligus, maka risiko kesehatan yang dialami pengonsumsinya juga tinggi. Masalahnya, secara umum sulit membedakan beras murni dengan yang telah ditambahkan pemutih dan atau pewangi.

“Jangan bangga dulu makan beras putih dan wangi. Bisa jadi ditambah pewangi dan pemutih,” tutur Ir Ita Munardini, Kasubdit Penerapan dan Pengawasan Keamanan Pangan Kementerian Pertanian.

Ita mengatakan ada trik yang bisa dicermati dalam memilih beras putih yang aman. Kementrian Pertanian hingga saat ini mengeluarkan nomor registrasi pangan hasil pertanian melalui pengamatan revitalisasi penggilingan padi (Rice Milling Unit). Saat membeli beras, cari nomor registrasi ini untuk mendapatkan beras yang diolah dengan benar.

“Untuk konsumen, apabila ingin mengonsumsi beras putih yang aman harus melihat nomor registrasi yang kita dikeluarkan. Kalau beras putih yang dijual warung-warung memang belum ada, karena kita sulit dalam pengawasan. Maka semua kembali tergantung pilihan konsumen,” kata Ita..

Advertisements
Beras Putih dan Wangi Belum Tentu Sehat. Ini Penyebabnya | Mas Bud | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better