Begini Cara Doraemon dan Nobita Kritik Pemerintah Jepang

doaremon

Protes terhadap negara ternyata juga dilakukan oleh karakter Doraemon dan Nobita dalam film animasi. Dalam sebuah episode yang tayang akhir pekan lalu, diceritakan mereka berdua mengkritik parlemen Jepang yang disebut Diet akibat bibi dari Nobito harus menunda perjalanan setelah parlemen menaikkan pajak konsumsi

Dikutip Yahoo Indonesia dari Liputan6, Doraemon lantas mengeluarkan alat yang bernama “Diet Portabel” atau parlemen mini. Kegunaannya untuk melegalkan sebuah RUU menjadi produk hukum yang diakui secara nasional. Caranya, tinggal memasukkan isi aturan ke dalam celah di bangunan parlemen mini dan aturan akan dikabulkan.

Akhirnya Nobita tidak menyiakannya. Diet Portabel tersebut dimasukkan aturan untuk mempermudah biaya bibinya melakukan perjalan. Dasar Nobita suka iseng, dia juga membuat aturan agar anak-anak wajib diberi uang saku hingga 10 ribu yen atau setara Rp 1,1 juta. Nahasnya, dia membuat aturan agar Shizuka tidak dibebani tugas pekerjaan rumah sehingga Nobita bisa selalu main dengannya.

Bukan Nobita kalau tidak keterlaluan menggunakan alat. Dia terlalu banyak memasukkan RUU sehingga mendapatkan protes dari alat Diet Portabel. Nobita, yang dianggap sebagai Perdana Menteri, tidak mendapatkan kepercayaan lagi dari parlemen. Akhirnya alat berteriak “pemaksaan suara!”, lalu muncul suara “pembubaran!”. Setelah itu parlemen membubarkan diri karena Perdana Menteri sudah tidak layak dipertahankan.

Episode ini mendapat banyak tanggapan di akun Twitter. Beberapa user menilai tema yang diangkat kurang tepat bagi anak-anak. Ada juga yang beranggapan untuk tema ini ditujukan bagi Perdana Menteri Shinzo Abe yang sesekali memaksakan keinginannya tentang produk hukum kepada parlemen Jepang.

Advertisements
Begini Cara Doraemon dan Nobita Kritik Pemerintah Jepang | Silang Hati | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better