Arda Turan: Seorang Muslim Tak Boleh Lupa Berdoa Kepada Allah

Arda Turan Seorang Muslim Tak Boleh Lupa Berdoa Kepada Allah

Arda Turan memiliki kisah istimewa tentang prinsip seorang muslim tidak boleh lupa berdoa kepada Allah. Hal ini terjadi ketika Atletico Madrid melawan Bayer Leverkusen di leg kedua 16 besar Liga Champions. Kala itu, Arda ditegur oleh sang rekan, Miranda karena lupa kebiasaannya berdoa setiap terjadi drama adu penalti.

Atletico Madrid yang kalah 1-0 di leg pertama, harus menang 2-0 di laga tersebut. Namun cuma satu gol di waktu normal yang bisa mereka cetak ke gawang Bayer Leverkusen via Mario Suarez. Setelah 120 menit skor tak berubah, tibalah adu keberuntungan via tendangan penalti. Arda Turan tidak termasuk dalam lima eksekutor. Ia dalam kondisi gugup.

Arda menuturkan kepada Hurriyet, “Saya tidak biasa melihat tendangan penalti. Saya tidak mampu melakukan hal tersebut. Biasanya, saya berbalik arah memunggungi gawang dan berdoa. Tapi, hari itu, mungkin karena luapan emosi, saya lupa.”

Untunglah ketika itu ada Miranda, bek asal Brazil yang melihat sikap Arda. Dituturkan Arda Turan, “Saya ingat Miranda berkata, ‘Hei, biasanya kamu berdoa’. Ketika itulah saya berbalik dan berdoa. Banyak yang berpikir, saya melakukan itu demi pamer. Pikiran itu tidak akan mengganggu saya. Hanya Allah yang tahu isi dalam hati saya.

“Saya berdoa karena memang berharap demikian. Saya tidak ingin seorang pun pemain Bayer Leverkusen mencetak gol dalam adu penalti tersebut, kecuali (Omer) Toprak dan (Hakan) Calhanoglu, yang saya doakan meraih yang terbaik.”

Sebagian doa Arda Turan tidak dikabulkan. Omer Toprak dan Hakan Calhanoglu justru gagal. Namun kegagalan itu membantu Atletico Madrid menapak ke perempat final dengan skor 3-2. Eksekutor terakhir ATM, Fernando Torres sukses sementara penendang kelima Bayer Leverkusen, Stefan Kiessling gagal.

Arda Turan sendiri dikenal sebagai seorang muslim yang taat. Ia bahkan dilabeli El Pais sebagai Muhammad Ali baru bagi dunia muslim. Jika Ali terkenal mengangkat nama Islam di cabang olahraga tinju, Arda Turan melakukannya di sepakbola. Baik Ali maupun Turan sama-sama disebut “terbang bagai kupu-kupu dan menyengat bagai lebah” atas gaya permainan mereka di arena.

Advertisements
Arda Turan: Seorang Muslim Tak Boleh Lupa Berdoa Kepada Allah | Olah Raga | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better