Anak-anak yang Kurang Tidur Memiliki Masalah Dalam Belajar

anak tidur

Gangguan dalam tidur dapat menimbulkan masalah berarti bagi anak. Prestasi akademisnya bisa menurun lantaran merasa kesulitan untuk menyerap ilmu-ilmu baru. Selain itu anak yag kurang tidur juga lebih sulit dalam mengingat.

Studi yang dilakukan Eotvos Lorand University di Hungaria menemukan, gangguan tidur membuat penurunan pada proses memori. Kerja memori otak tidak bekerja secara optimal ketimbang anak-anak yang tercukupi kebutuhan tidurnya. Oleh sebab itu, soal tidur anak ini sebaiknya diperhatikan oleh orang tua sejak dini agar tidak sampai mengganggu aktivitas belajarnya.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa gangguan tidur berdampak pada perkembangan otak dan bisa mempengaruhi cara anak belajar,” kata pemimpin studi Dezso Nemeth seperti dikutip dari laman Times of India.

Penelitian ini melibatkan 17 anak yang diketahui memiliki masalah gangguan napas saat tertidur. Usia mereka 6-12 tahun. Penliti mengamati proses memori anak-anak ini lalu dibandingkan dengan kelompok 17 anak lainnya tidak tidak mengalami masalah dalam tidurnya. Mereka lalu diberikan tugas untuk menceritakan kembali ingatan-ingatan yang masih bisa diungkapkan. Ini dikenal dengan memori deklaratif. Selain itu diberikan pula tugas untuk menilai sejauhmana anak-anak belajar hal baru beserta urutan kerjanya.

Hasilnya, anak-anak yang bermasalah dengan tidur karena memiliki gangguan napas diketahui punya memori deklaratif yang lebih rendah pada tahap belajar dan pengujian. Studi ini dipresentasikan pada Sleep and Breathing Conference 2015 di Barcelona, Spanyol.

Advertisements
Anak-anak yang Kurang Tidur Memiliki Masalah Dalam Belajar | Mas Bud | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better