1 dari 3 Remaja Kopdar Setelah Berinteraksi di Media Sosial

Media Sosial

Menurut studi terkini, satu dari tiga remaja telah ‘kopdar’ atau bertemu orang asing setelah berinteraksi di media sosial. Mereka bersua di kehidupan nyata imbas dari komunikasi di social media. Seperti apa?

Jika ekosistem dulu, ‘kopdar’ adalah hasil dari komunikasi intens yang dilakukan di jagat pesan instan. Kini aksi itu telah meluas sejurus dengan kian membajirnya layanan media sosial yang menjamur.

Satu lembaga bernama Newsbeat lakukan penelitian itu pada 1.000 remaja di Britania Raya tentang bagaimana perilaku digital mereka. Responden miliki demografi usia 15 hingga 18 tahun yang di hasil studi itu disimpulkan jika mereka sangat bahagia tatkala berinteraksi online.

Penelitian itu menasbihkan jika Facebook adalah jejaring sosial populer yang dipakai remaja di Britania. FB dipakai 89% responden. Di nomor dua ada Twitter dengan prosentase 62% dan Snapchat 58 persen.

Sebanyak 25% responden mengaku alami adiksi terhadap media sosial dan 65% dari mereka juga sangat yakin jika temannya alami ‘kecanduan’ serupa. Menariknya, 25% responden mengaku tidak bisa berhenti untuk tidak menggunakan media sosial.

Dr Emma Short, satu psikolog di University of Bedfordshire mengatakan, meskipun membina persahabatan secara online dengan cara sangat nyata, tidak bisa dasumsikan jika bertemu dengan orang asing dari hubungan online adalah ‘tidak aman’.

“Saat Anda berusia 15 tahun dan dalam upaya menidentifikasi teman serta risiko, sangat mudah mengasumsikan itu ketika online,” kata dia.

Advertisements
1 dari 3 Remaja Kopdar Setelah Berinteraksi di Media Sosial | Pendi Dikan | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better